PENYULUHAN HUKUM BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN GROGOL KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK HARI SENIN TANGGAL 08 JULI 2019

2019-07-08 09:00:00 berita

Bagian Hukum Setda Kota Depok pada hari Senin, tanggal 08 Juli 2019 menggelar Kegiatan Penyuluhan Hukum di Kelurahan Grogol Kecamatan Limo Kota Depok.

Dalam pembukaan penyuluhan tersebut, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Depok Salviadona Tri P, S.H., MH, menyampaikan bahwa kegiatan Penyuluhan Hukum bagi masyarakat di Kelurahan Grogol  Depok merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum bagi masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan (knowledge) serta dapat memahami hukum dan mengimplementasikan pengetahuannya tersebut dalam sikap dan tindakan yang positif

Akbp. M. Rusli Lubis, Msi, selaku narasumber dari BNN kota Depok menjelaskan tentang meningkatnya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di Indonesia semakin meluas dan hampir tidak bisa dicegah, mengingat setiap orang dapat dengan mudah memperoleh narkotika dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman oleh semua pihak dalam memberantas peradaran Narotika. Di dalam Undang-Undang Narkotika ditekankan peran serta masyarakat untuk ikut aktif dalam memerangi kejahatan narkotika. Menurutnya di Kota Depok sering kali terjadi penyalahgunaan narkoba, terlebih yang sangat riskan yakni di lingkungan sekolah. Pasalnya banyak jenis narkoba baru, yang bentuknya mirip permen atau jajanan anak-anak.

"Maka perlu disosialisasikan bukan hanya kepada siswa tapi juga orang tua akan bahaya dan pencegehan narkoba. Dengan demikian, dapat terhindar dari dampak negatif dari barang tersebut," katanya.

Menyadari masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat terutama di Kota Depok, Intan yustisiawati selaku narasumber dari Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga mengajak semua unsur sampai tingkat pemerintahan terbawah, yaitu Desa/Kelurahan untuk menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat, upaya penerapan perlindungan anak, mencegah kekerasan terhadap anak, dan menanggapi kekerasan, salah satunya melalui penyuluhan hukum. Intan yustisiawati berharap melalui penyuluhan hukum ini dapat menurunkan angka kekerasan pada anak dengan mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan, membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan, meningkatkan keterampilan hidup dan ketahanan diri anak dalam mencegah kekerasan, dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menanggapi kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia.